This slideshow requires JavaScript.
5 Mei 2012, FSE berkesempatan ambil bagian dalam acara peringatan Hari Lupus Dunia digagas oleh Syamsi Dhuha Foundation (SDF). Rangkaian acara yang diselenggarakan di Aula Timur ITB ini sangat semarak. Ada senam bugar ceria, konsultasi gratis dengan para dokter spesialis, bazar, dan talkshow tentang lupus. Acara puncaknya adalah penganugerahan Lupus SDF Award kepada Odapus (Orang dengan lupus) yang berprestasi dan berbagai pihak yang memberikan sumbangsih terhadap penanganan penyakit ini.
Beberapa hari sebelumnya, ensembel gesek untuk anak dan remaja ini tampil di Hotel Permata Garden Bandung dalam acara seminar nasional dokter paru-paru. Salah satu lagi yang dimainkan FSE adalah Besame Mucho. Lagu ini hanya dilatih sekali dan asyik. Lebih asyik lagi, setelah tampil, kami dapat hadiah binder Angry Bird lhooo… Terima kasih
Nah, setelah belajar tentang paru-paru, kali ini FSE mengenal lupus. What an experience!
Dalam website SDF disebutkan bahwa Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, dan biaya pengobatannya mahal. Lupus dikenal sebagai penyakit autoimun, dan tidak megejala yang pasti, sehingga sulit didiagnosa.
Dengan komposisi belasan biola dan empat cello, FSE yang saat itu mengenakan kostum dukungan untuk Odapus bertuliskan “Never Give Up!” mempersembahkan beberapa lagu untuk menutup rangkaian acara. Kolaborasi yang manis dengan Vokal Grup Dokter RSM Cicendo menghangatkan suasana, dan mengundang peserta untuk menyanyikan lagu “Tanah Air” bersama.
Sebagaimana di acara seminar nasional dokter paru-paru, dalam acara Hari Lupus Sedunia ini FSE menyerahkan kaos sahabat FSE sebagai kenang-kenangan kepada penyelenggara. Semoga persahabatan ini terjalin erat.
Kami senang memperoleh pengetahuan tentang paru-paru, dan bisa berbagi semangat dengan para Odapus. Terlebih, di antara anggota FSE ada yang suspect lupus, ada pula yang memiliki riwayat ITP (Idiopathic thrombocytopenic purpura) yang juga bisa menjadi lupus. Acara ini mengusung semangat yang tak pernah redup bagi para Odapus.
Never Give Up!





